01 Juni 2017

Taliban bantah ledakkan bom di Kabul yang tewaskan 80 orang


 Serangan bom mobil yang menewaskan sekitar 80 jiwa dan melukai 380 lainnya di Kabul hari ini ternyata juga merusak sejumlah kantor diplomatik di sana.
Dilansir dari Independent, Rabu (31/5), ISIS maupun Taliban diduga terlibat dalam ledakan ini. Namun, Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahdid mengatakan organisasinya tidak meledakkan bom itu.
Polisi menyebutkan bom berkekuatan dahsyat tersebut terjadi di jam sibuk pada Rabu pagi.
Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel lewat akun Twitter menyebutkan seorang penjaga keamanan Afghanistan di kedutaannya tewas. Tak hanya itu, akibat ledakan tersebut beberapa pegawai kedutaan terluka.
“Serangan tersebut terjadi sangat dekat dengan kedutaan besar Jerman. Mereka menyerang warga sipil dan orang-orang Afghanistan yang bekerja untuk mendapat masa depan lebih baik bagi negara tersebut. Sangat disayangkan orang-orang seperti ini menjadi target bom,” ujar Gabriel.
Sementara itu, ledakan besar ini menyebabkan lebih dari 50 mobil rusak dan jendela di bangunan beberapa ratus meter dari lokasi kejadian hancur. Serangan ini dianggap paling mematikan yang pernah terjadi di Kabul.
Mayoritas korban tewas adalah warga sipil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar