16 Mei 2017

Tolak dinikahi, seorang gadis di India diperkosa dan dihabisi


Kasus pemerkosaan di India sudah biasa terjadi, tak hanya di rumah, di beberapa tempat umum aksi keji dilakukan sekelompok orang bejat untuk memuaskan nafsu birahi mereka. Usai Mahkamah Agung memutuskan hukuman mati bagi empat orang geng pemerkosa brutal, kini seorang wanita kembali jadi korban pemerkosaan sadis.
Wanita diketahui berusia 20 tahun itu diperkosa dan dibunuh di Kota Rohtak, negara bagian Haryana, India Utara. Pelakunya diduga orang yang dicampakkannya bersama teman-teman pria tersebut. 
Dari hasil otopsi korban menunjukkan tengkorak wanita itu hancur. Kemungkinan juga benda tajam dimasukkan ke bagian pribadinya. 
"Temuan menunjukkan bahwa itu adalah pemerkosaan dan pembunuhan brutal," ujar Dr SK Dhatterwal, kepala departemen kedokteran forensik di Institut Ilmu Kedokteran (PGIMS) di Rohtak, seperti dikutip dari surat kabar Russia Today, Selasa (16/5). 
Tak hanya itu, diyakini wajah wanita malang itu dihancurkan dengan batu bata sebelum para tersangka melindas tubuhnya dengan mobil. Tujuannya agar tidak bisa dikenali. 
Mayat korban ditemukan seorang pejalan kaki pada Kamis lalu. Sementara itu, dari kesaksiannya anjing-anjing liar telah menggigit sebagian wajah dan tubuhnya. 
"Wanita tersebut dilaporkan diculik dari Sonipat pada 9 Mei lalu. Orangtuanya melaporkan penculikan tersebut kepada polisi," serunya. 
Dari keterangan keluarga dilaporkan tersangka utama merupakan tetangga yang telah melecehkan anak perempuan mereka setahun terakhir. 
"Dia (tersangka) setahun terakhir melecehkan anak saya dan menekannya untuk menikahi dia, namun ditolak anak gadis saya," kata orangtua korban. Dua terdakwa, termasuk tersangka utama telah ditangkap. 
"Tindakan brutal, biadab dan kejam terdakwa terhadap korban mengguncang hati nurani manusia. Mereka tidak pantas mendapat keringanan hukum," tutur pengadilan tingkat tinggi. 
Kejahatan keji ini mengiris kemanusiaan di India. Presiden Kongres Sonia Gandhi menyebutkan pihaknya akan menyoroti kebutuhan dan meninjau kembali isu keselamatan perempuan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar