24 Mei 2017
Panglima TNI ingatkan penjajahan gaya baru gunakan media sosial
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut media sosial menjadi salah satu ancaman keutuhan NKRI. Secara tidak sadar rakyat Indonesia telah 'dijajah' melalui media sosial.
"Medsos menjajah luar biasa. Yang dijajah merasa tidak dijajah, bahkan mau mengeluarkan uang untuk dijajah," kata Gatot dalam pidatonya di hadapan ratusan kepala daerah yang mengikuti Pembekalan di BPSDM Kemendagri, Jakarta Selatan, Rabu (24/5).
Gatot menjelaskan, media sosial tak memiliki batasan ruang lingkup hingga bisa memasuki wilayah pribadi. Sering kali masyarakat tanpa sadar justru membanggakan para penjajah.
"Buktinya media sosial membuat guncangan ekonomi dan sosial dan bisa juga mengancam persatuan dan kesatuan bangsa," kata Gatot.
Dia mencontohkan kasus penistaan agama yang dengan jelas melanggar undang-undang. Namun di media sosial justru diubah menjadi konflik SARA. Bahkan kasus tersebut ikut mengundang pihak asing ikut campur urusan masalah di Indonesia.
"Bahkan media asing ikut campur urusan Indonesia. Media asing dan global ikut bicara. Inilah bukti negara kita sangat indah makanya diperebutkan," tutur Gatot.
Meski begitu Gatot bersyukur masyarakat Indonesia tak mudah tersulut emosinya. Sehingga bagaimana pun permasalahan yang dihadapi masyarakat tetap bersatu dan hidup rukun.
"Untungnya masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang luar biasa apapun gencatannya tetap bersatu dan yang paling berperan adalah kepala daerah masing masing," kata Gatot mengakhiri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar